Senin, 01 Juli 2019

Alasan Baterai Smartphone Minim Inovasi

Alasan Baterai Smartphone Minim Inovasi

Sadarkah Anda bahwa daya tahan baterai pada smartphone itu cukup buruk? Jika tidak, tak mungkin powerbank begitu laku di pasaran bukan?

Bahkan para pengguna smartphone modern lebih memilih untuk memiliki smartphone berukuran tebal dengan ukuran baterai raksasa hanya sekedar agar smartphone mereka tahan lebih dari satu hari.

Tentu hal ini tak terjadi di masa lalu. Jika diingat, ponsel layar monokrom dan berwarna sederhana kita yang kebanyakan mereknya masih Nokia, memiliki daya tahan baterai yang luar biasa.

Jika Anda mengatakan bahwa sekarang berbagai fitur smartphone sudah makin canggih yang tentu menguras baterai, nah, mengapa baterai juga tidak makin canggih?

Hal ini ingin dipecahkan oleh para ilmuwan. Melansir The Verge, mengutip Venkat Srinivasan yang merupakan direktur Pusat Kolaborasi Argonne untuk Ilmu Penyimpanan Energi, dan kebetulan juga ilmuwan teknologi baterai, ia menyebut bahwa kemajuan teknologi lebih cepat ketimbang kemajuan baterai.

Ia secara spesifik menyebut bahwa Hukum Moore telah melewati kemampuan teknologi baterai yang membuat teknologi smartphone makin canggih tapi baterai tidak.

Hukum Moore sendiri adalah sebuah pemikiran yang dicetuskan Gordon Moore, salah satu pendiri Intel, yang menyebut bahwa jumlah transistor per inci persegi pada sebuah sirkuit terintegrasi akan berkembang dua kali lipat tiap tahun sejak sirkuit terintegrasi ditemukan. Moore meramalkan tren ini akan berlanjut di masa depan, dan ramalannya tak salah.

Teknologi Baterai Berkembang, Tapi Tak Pesat

Sebenarnya teknologi baterai tak stagnan. Ada sedikit perbaikan, seperti di kepadatan energi secara stabil yang dilakukan dengan menyusutkan komponen internal. Namun sudah disadari sejak lama bahwa komponen baterai tak bisa lagi disusutkan atau dibuang. Jika ini dilakukan, musibah bisa terjadi. Contohnya ledakan.

Srinivasan menyebut bahwa para ilmuwan mencapai tahap di mana peningkatan baru dalam energi baterai akan datang dari pengganti baterai. Hal ini diasumsikan akan berjalan lebih lambat ketimbang majunya sebuah teknologi yang sudah ada.

Dengan kata lain, pengembangan teknologi baterai sudah mencapai ujungnya, dan pengganti baterai masih belum ada. Jika pengganti itu sudah ada pun, mungkin fitur smartphone sudah jauh lebih maju lagi. Sehingga daya tahan baterai tetap satu hari saja seperti sekarang.

Sebagai gambaran, baterai cas saat ini dibuat berbasis Lithium cobalt, yang sebenarnya telah digunakan sejak tahun 90-an. 

0 komentar:

Posting Komentar